Entah siapa namanya… Entah apa yang dipikirkannya… Ia selalu termenung di sana… Tangan kanannya memegangi tangan kirinya… Kadang ia memelukkan tangan kanannya dengan tangan kirinya… Begitu mesra hingga kakinya iri hatinya… Entah siapa itu… Entah apa yang dipakainya itu… Selalu rapi apa yang dipakainya itu… Selalu menunggu di depan gardu… Saat ditanya dikira orang gila orang oleh orang yang terganggu… Ia hanya menjawab orang yang tertanggu itu, “aku hanya menunggu calon istriku yang kabur tahun lalu…”
Menelusuri rimba keheningan Menyusuri sungai keputus asaan Menyongsong tatapan sang harapan Berharap gelap kan berganti terang Kini, malam dipenuhi kesedihan Memunculkan bayang-bayang kenangan Menghapuskan kebahagiaan Tak lagi menimbulkan kebahagiaan Kini, malam keterlaluan Tak lagi memunculkanmu Bersama bintang yang bertaburan Ditemani sang rembulan Kini, malam menakutkan Kutakut Kuhindari Kupergi Kutertidur Hingga mentari kan menyinari Membuat hariku bersinar lagi
Komentar
Posting Komentar