Menghindar Hingga Akhirnya Memutuskan Pergi

"Selama masih ada kamu yang akan merasa terluka bila aku bersama "seseorang", aku memilih untuk sendiri dulu. Aku tidak mau bersenang-senang di atas penderitaanmu"

Kalimat itu begitu membekas dan membuatku berpikir cukup lama. Apakah kesalahanku yang tidak bisa membendung rasa? apakah aku salah untuk mencintai? ataukah teorinya itu yang salah, Mengapa dia berpikir aku akan terluka jika dia bersama "seseorang"? yaa mungkin aku akan terluka, sebentar saja. Namun, luka yang sebentar itu terkadang dapat membuat orang semakin cepat menghilangkan rasa. Berandai-andailah, semisal ada seorang temanmu yang terus saja berbicara omong kosong tanpa henti, kamu akan menamparnya sekali saja walaupun itu menyakitinya, tetapi dia pasti akan langsung berhenti dan berpikir "mungkin, aku terlalu banyak bicara". Setiap keputusan atau tindakan mempunyai sisi positif dan negatifnya masing-masing.

Akhir-akhir ini aku semakin memantapkan keputusan. Aku memutuskan untuk pergi. Aku tidak ingin kamu terbebani memikirkan apa yang aku rasakan. Biarkan aku memikirkan apa yang harus aku lakukan. Pikirkan saja kehidupanmu dan bagaimana kamu akan mendapatkan kebahagiaan. Sesungguhnya, semua orang akan terluka, sebentar, bila mengetahui orang yang ia sayangi/cintai bersama "seseorang", tetapi lama-kelamaan orang itu pasti akan merasa bahagia bila orang yang disayangi/dicintainya dapat bahagia bersama "seseorang" yang tepat.

Masih ada banyak orang di dunia ini. Aku tidak akan terus berpikir bahwa kamu orang yang tepat untuk disayangi/dicintai. Bila menyayangi/mencintaimu sudah terlalu menyakitkan untukku, aku pasti akan memutuskan pergi. Saat ini, menyayangi/mencintaimu memang tidak terlalu menyakitkan. Namun, kata-katamu itu membuatku sadar bahwa jika aku terus begini, aku hanya akan membebanimu untuk dapat bahagia bersama orang yang kamu pilih.

Selamat tinggal (rasa) untukmu. Kebahagiaan orang-orang di sekelilingku akan menjadi kebahagiaanku juga. Jadi, berbahagialah! enjoy ur time :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesia-Siaan

Ketakutan Pada Sang Malam